Palangka Raya (Humas) Guna mencegah terjadinya penularan virus korona dikegiatan pembinaan peserta MTQ Nasional kafilah Kalteng, LPTQ Kalteng mewajibkan seluruh peserta kegiatan menunjukan hasil rapid tes dengan keterangan non reaktif.
“Kita serius menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 agar kegiatan kita tidak menjadi cluster baru penularan covid-19,” ucap Ketua Panitia, H. Riduan Syahrani.
Dikatakan, saat registrasi peserta selain diukur suhu badannya menggunakan thermogun, juga harus menunjukan hasil rapid tes dari daerah masing-masing.
“Setelah suhu badannya normal, hasil rapid tesnya non reaktif. Mereka kita beri perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, handsenitizer, face field serta kamar. Untuk pemenuhan sosial distanching maka satu kamar hanya untuk dua orang,” ucap mantan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalteng itu.
Dijelaskan H. Riduan selama pembinaan, peserta di karantina di Hotel Nascar Family di Palangka Raya. Peserta dilarang ke luar dari hotel tanpa seizin panitia.
“Untuk peserta dari Palangka Raya juga kita larang untuk pulang ke rumah atau dikunjungi keluarga. Ini untuk meminimalisir kontak dengan orang lain. Sehingga kesehatan peserta betul-betul terjaga,” ucapnya.
Selain rapid tes, di akhir pembinaan peserta dan pembina nantinya juga diwajibkan mengikuti tes swab dari Dinas Kesehatan. Ini dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan panitia MTS Nasional dan pihak penerbangan.
“Semoga saja hasil tes swab nantinya seluruh peserta dan pembina kita dinyatakan negatif. Sebab jika positif maka dipastikan yang bersangkutan akan dibatalkan keberangkatannya.
Sekedar diketahui, pembinaan peserta MTQ Nasional kafilah Kalteng diikuti 44 peserta. Pembinaan selama 10 hari itu dilakukan untuk memantapkan kemampuan qori dan qoriah serta peserta MTQ nasional XXVIII kafilah Kalteng. Selain itu juga untuk memberikan bimbingan dan arahan para peserta dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan dan ketangguhan sesuai bidang cabang lomba yang diikuti.

