Palangka Raya (Humas) Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. H. Nuryakin, MSi membuka Pelatihan dan Pembinaan Peserta MTQ Nasional XXVIII Kafilah Kalteng di aula Nascar Family Hotel Palangka Raya, Minggu (1/11/2020) malam.
Dalam arahan, H. Nuryakin meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin.
“Kunci keberhasilan pembinaan ini ada pada kedisiplinan. Jadi panitia, pembina lebih-lebih peserta harus disiplin,” ucapnya.
Selain disiplin mengikuti proses bimbingan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Kalteng ini juga meminta agar peserta disiplin mematuhi tata tertib panitia utamanya terkait penerapan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah, Palangka Raya saat ini menuju zona hijau, tingkat kesembuhan pasien covid-19 mencapai 90 persen. Dan kasus baru suda sangat minim. Tetapi kita harus tetap waspada. Karenanya protokol kesehatan harus tetap kita jalankan dengan penuh kedisiplinan,” ucap mantan Wakil Bupati Murung Raya itu.
H. Nuryakin juga meminta panitia, pembimbing dan peserta selama 10 hari pembinaan menerapkan pola 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan secara rutin dan menjaga jarak. Karena itu tempat akomodasi, ruang konsumsi dan ruang pembinaan harus diatur dengan baik sehingga sosial distancing bisa tetap diterapkan.
Diakhir arahan, H. Nuryakin meminta peserta memanfaatkan waktu semakimal mungkin untuk berlatih sehingga nantinya betul-betul siap berkompetisi di ajang MTQ Nasional di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Sementara Ketua Harian LPTQ Kalteng, Dr. KH Khairil Anwar, M.Ag mengingatkan peserta, selain mengasah kemampuan, penguasaan materi juga harus terus menyiapkan mental sehingga saat tampil betul-betul sudah matang.
“Sesuai tema kita yaitu ikhtiar lahir dan bantin. Artinya selain terus menjaga kesehatan, menjaga kualitas suara, mengasah penguasaan materi, juga harus mengasah mental kita agar saat tampil sudah siap dan bisa maksimal,” ucap Rektor IAIN Palangka Raya itu.
Dihadapan peserta pembinaan, H. Kairil juga menyampaikan aturan-aturan pembinaan yang harus ditaati baik oleh seluruh peserta, pembina maupun panitia.
Ketua Panitia, H. Riduan Syahrani melaporkan, kegiatan pembinaan itu diikuti 44 peserta teridiri dari peserta cabang tilawah sebanyak 8 orang, cabang qiraat sab’ah sebanyak dua orang, cabang tahfidz 10 orang, cabang tafsir bahasa Indonesia dua orang, cabang khat Alquran 8 orang, cabang syarhil Quran 6 orang, cabang fahmil Quran 6 orang dan MMQ dua orang.
“Insyaallah pembinaan kita laksanakan selama 10 hari mulai tanggal 1-10 November 2020 di Hotel Nascar Family Palangka Raya. Di hari ke 9 nanti kita akan adakan tes swab secara gratis. Ini syarat wajib dari panitia pusat bahwa peserta, pembina dan pendamping harus terbebas dari virua korona,” ucapnya.

