Calon Peserta Syarhil Quran Tampil, Ini Saran Ketua Panitia

Palangka Raya (Humas) Sehari setelah dibuka oleh Ketua Umum LPTQ Kalteng, H. Nuryakin, peserta pelatihan dan pembinaan MTQ Nasional kafilah Kalteng langsung tampil dihadapan para pembina. Peserta cabang syarhil Quran misalnya, dua grup putra dan putri tampil bergantian di hadapan dua pembina yaitu Ajahari dan Hj Muslimah di ruang lobi hotel.

Penampilan calon peserta cabang syarhil Quran yang digadang akan mengharumkan nama Bumi Tambun Bungai di ajang MTQ Nasional XXVIII di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat itu juga dipantau langsung oleh Ketua Panitia Pembinaan, H. Riduan Syahrani.

Kedua grup secara bergantian tampil meyakinkan menyampaikan isi ceramah agama secara kolaboratif.

Usai menyaksikan penampilan calon peserta cabang syarhil, H. Riduan mengapresiasi kemampuan para peserta menyampaikan isi ceramahnya dengan baik.

“Secara umum sudah cukup baik, namun perlu terus ditingkatkan utamanya terkait penguasaan naskah, improvisasi tehnik komunikasi dan kemampuan adaptasi yang baik dengan kondisi audiens maupun sesama peserta dalam tim,” ucapnya.

Sementara pembina cabang syarhil Hj Muslimah menjelaskan, progress kemampuan peserta cabang syarhil dipembinaan hari pertama cukup meningkat dibanding saat pembinaan virtual.

“Alhamdulillah dari penampilan dua grup tadi, progressnya sudah cukup meningkat. Hanya saja memang masih perlu polesan utamanya diskill penguasaan tehnik komunikasi baik komunikasi dengan audiens maupun sesama peserta. Ini perlu kita tingkatkan,” ucapnya.

Dikatakan dakwah melalui syarhil quran memang cukup unik dan menarik. Karena itu, para peserta cabang ini harus mampu mengemas dan menyampaikan pesan-pesan agama dengan tehnik komunikasi yang baik.

“Selain komunkatif, peserta juga harus mampu menunjukan kesan interaktif baik dengan audiens, dengan juri maupun sesama tim. Sehingga suasananya hidup,” ucapnya.

Selain untuk melihat kemampuan peserta dalam menyampaikan konten dakwahnya, penampilan hari pertama itu menurut dosen Pascasarjana IAIN Palangka Raya ini juga untuk melihat kekompakan dan ketepatan para peserta menggunakan waktu yang disediakan oleh panitia.

“Sesuai juknis, masing-masing peserta diberi waktu tampil hanya 20 menit. Karena itu dipembinaan ini kita juga evaluasi agar mereka tepat waktu. Karena jika lebih atau pun kurang bisa mengurangi penilaian juri,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Hj Muslimat, peserta cabang syarhil baik putra maupun putri sudah cukup menguasi materi yang akan dilombakan. Mereka telah menyediakan masing-masing empat judul sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia pusat.

“Mohon doa, mohon dukungan supaya kafilah Kalteng dari semua cabang termasuk syarhil nantinya bisa tampil maksimal di ajang MTQ nasional dan bisa meraih prestasi terbaik untuk masyarakat Bumi Tambun Bungai,” ucapnya.