Giliran Bartim Terima Kunjungan LPTQ Kalteng Bahas Kesiapan Tuan Rumah MTQH 2028

Tamiang Layang (Humas) Setelah sebelumnya menyambangi Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Tengah melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Barito Timur, Selasa (27/5/2025) pagi. Kunjungan itu dalam rangka menindaklanjuti penetapan Kabupaten Barito Timur sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2028.

Tim LPTQ Kalteng yang beranggotakan tujuh orang tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum LPTQ Kalteng, H.M. Yusi Abdhian. Setibanya di Tamiang Layang, rombongan disambut hangat oleh Bupati Barito Timur H.M. Yamin, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, H. Bunyamin di ruang rapat wakil bupati.

Turut hadir dalam audiensi tersebut sejumlah pejabat eselon III Sekretariat Daerah Bartim, perwakilan Kantor Kementerian Agama, serta pengurus LPTQ Kabupaten Barito Timur. Sementara dari Tim LPTQ Kalteng antara lain Ketua Bidang Musabaqah dan Perhakiman H. Chairuddin Halim, Ketua Bidang Pembinaan H. Riduan Syahrani, Sekretaris I Eka Dyan Satyahadi, Bendahara I Elsa Naufali dan Bagian Sekretariat Ahmad Bajuri serta Humas Asep Saifudin.

Pada pertemuan itu, HM Yusi Abdhian menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/87/2025 tertanggal 10 Maret 2025, tentang penetapan tuan rumah penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi untuk periode 2025–2029.

“Penetapan Barito Timur sebagai tuan rumah MTQH 2028 merupakan hasil kesepakatan dalam Rakorda LPTQ Kalteng yang digelar Agustus 2024 lalu di Palangka Raya. Hasil Rakorda tersebut kemudian diajukan kepada Gubernur, yang secara resmi menetapkan melalui SK,” jelas HM. Yusi.

Ia menambahkan, pola penunjukan tuan rumah MTQH saat ini dilakukan secara bergiliran, dengan lima kabupaten yang ditetapkan sejak dini. Tujuannya agar masing-masing daerah memiliki waktu persiapan yang matang, termasuk dari sisi teknis, infrastruktur, hingga manajemen kegiatan.

“Audiensi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sosialisasi awal dan koordinasi lintas sektor, agar langkah-langkah persiapan dapat dimulai lebih awal dan terencana,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Bupati, H. Bunyamin, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Barito Timur sebagai calon tuan rumah MTQH tingkat provinsi.

“Kami bangga atas kepercayaan yang diberikan. Namun tentu, hal ini akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk mendapat arahan resmi,” tuturnya.

Menurutnya, waktu dua tahun setengah menuju pelaksanaan MTQH 2028 bukanlah waktu yang lama, apalagi jika mempertimbangkan banyaknya hal yang harus dipersiapkan, termasuk anggaran dan infrastruktur pendukung.

“Kabupaten Barito Timur ini berbeda dengan kabupaten induk lainnya. Oleh karena itu, butuh strategi dan komitmen kuat agar semua aspek pendukung suksesnya MTQH tingkat Provinsi Kalteng nantinya bisa terpenuhi secara optimal,” imbuhnya.

Meski demikian, Bunyamin menyatakan optimisme bahwa jika Bupati dan Wakil Bupati menerima amanah ini, maka kebutuhan anggaran dan sarana prasarana dapat disiapkan secara maksimal.

Ia juga menyebut akan menjadwalkan kunjungan silaturahmi baik ke LPTQ Provinsi Kalteng maupun ke kabupaten yang telah lebih dulu menjadi tuan rumah MTQH, guna belajar dari pengalaman mereka baik terkait pembiayaan dan teknis lainnya, agar pelaksanaan MTQH 2028 di Bartim bisa berlangsung sukses.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka serta foto bersama antara Tim LPTQ Kalteng dan jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Timur.