Saparudin: Peserta Cabang Khat Sudah Siap Tanding

Palangka Raya (Humas) Bimbingan intensif terus dilakukan kepada calon peserta MTQ Nasional XXVIII kafilah Kalteng diajang pelatihan dan pembinaan di Hotel Nascar Family.

Dihari kedua, Senin (2/11/2020) malam, pembimbing disemua cabang lomba terlihat membuat kelas-kelas kecil dan memberikan arahan kepada para peserta. Mereka mengajak peserta bimbingannya melakukan penajaman materi lomba.

Cabang khat Alquran misalnya, di bawah bimbingan M Saparudin para peserta diajak memahami kaidah-kaidah penilaian seperti penataan desain, susunan huruf dan lain sebagainya.

“Aspek penilaiannya berbeda-beda, karena untuk cabang khat ini terdiri dari beberapa kategori seperti naskah, hiasan mushaf dan dekorasi,” ucapnya.

Dijelaskan M. Saparudin, untuk kategori naskah misalnya, penilaian selain pada aspek keindahan, yang harus betul-betul diperhatikan oleh para peserta juga aspek kaidah tulisan, kebenaran dan keserasian huruf. Begitu juga untuk kategori hiasan mushaf selain desain atau motif, peserta juga harus betul-betul jeli memperhatikan alur guratan tulisan dan tata warna.

“Untuk kategori dekorasi, peserta harus betul-betul memperhatikan keindahan pola dan perpaduan warna serta hiasan-hiasan pelengkap. Aspek penilaiannya ditekankan pada kaidah penulisan khat meliputi bentuk dan proporsi huruf, jarak spasi, letak huruf, keserasian dan komposisi antar huruf,” ucapnya.

Dikatakan M. Saparudin, hasil evaluasi terhadap karya para peserta cabang khat, kesiapan peserta untuk mengikuti pagelaran MTQ Nasional ke 28 di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat sudah mencapai 90 persen.

“Insyaallah peserta kita sudah siap tanding. Jadi di pembinaan ini kita lebih konsen ke pematangan skill penyusunan ayat dan kaidah penulisan. Insyaallah diakhir pembinaan nanti kita juga akan hadirkan pelatih dari pusat untuk mengulik selera atau taste juri nasional utamanya terkait seni kaligrafi serta informasi-informasi terkini dicabang khat Alquran,” ucapnya.

Sementara pembina cabang Musabaqah Makalah Alquran (MMQ), Ahmad Supriadi menjelaskan pembinaan di hari kedua khusus untuk membedah sistematika penulisan sekaligus penajaman isi makalah serta pengayaan referensi atau literasi agar lebih kontekstual dan aktual.

“Kita ajak peserta mengkontekstualisasikan kajian makalah dengan kondisi kekinian. Contohnya tadi kita ajak peserta berfikir agar tema tentang Alquran memerangi ujaran kebencian dikaitkan kejadian terupdate seperti kasus religious hate speech atau ungkapan kebencian berlatar belakang agama yang dilontarkan presiden Prancis yang sedang viral dan sangat melukai hati umat Islam,” ucapnya.

Dijelaskan ada beberapa judul yang akan diusung peserta cabang MMQ  ke arena MTQ Nasional ke 28 nanti, diantaranya terkait  jihad kekinian dalam bidang ekologi seperti memerangi sampah plastik,

membumikan nilai-nilai patriotisme dimasa pandemi virus corona, memerangi kemiskinan dan beberapa tema lain.

“Untuk kesiapan peserta kita insyaallah sudah 70 persen. Jadi 30 persennya semoga bisa kita penuhi selama proses pembinaan di hotel Nascar ini,” ucapnya.

Terpisah, pembina cabang tahfidz, H Ahmad Dasuki mengungkapkan untuk peserta cabang tahfidz  pada pembinaan hari kedua masih fokus pada tadarus sekaligus perbaikan makhorijul huruf dan waqaf dan ibtida.

“Untuk besok, insyaallah kita akan masuk ke tanya jawab dan penajaman-penajaman materi lomba lainnya,” ucapnya seraya mengatakan untuk peserta cabang tahfidz juga masih perlu peningkatkan kualitas hafalan.