HIDANGAN DARI LANGIT

Al Qur'an

Ketiga, Al-Quran akan menjadi penolong (syafa’at) di hari kiamat bagi orang-orang yang gemar membacanya, sebagaimana disebut dalam hadis Rasulullah:” Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi orang yang gemar membacanya.” (HR. Muslim)

 

Keempat, untaian ayat Al-Quran akan menjadi pelindung dan tameng alias antibiotik dari gangguan syaitan, sihir dan segala macam kejahatan manusia. Rasulullah saw memberikan jaminan bahwa membaca surat-surat dan ayat tertentu secara rutin sehabis shalat dan menjelang tidur seperti surat al-Ikhlas, alMu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas), serta ayat Kursi akan memberikan penjagaan dan perlindungan bagi pembacanya dari gangguan kejahatan setan dan manusia jahat.

 

Kelima, Al-Quran mampu berfungsi sebagai obat yang (asy-Syifa) menyembuhkan berbagai penyakit lahir dan penyakit batin: ” Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat (penawar) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS Al-Isra [17]: 82). Di dalam Kitab ’Alij Nafsaka bil Quran (Sembuhkan dirimu dengan Al-Quran) karya Abu al-Fida Muhammad Izzat Muhammad Arif, diuraikan berbagai riwayat dan bukti otentik tentang fungsi Al-Quran sebagai obat penyembuh bagi berbagai penyakit baik yang bersifat medis maupun non-medis. Rasullah saw menegaskan hal ini: ”Hendaklah atas kalian menggunakan dua obat: Madu dan Al-Quran ”(HR Ibnu Majah)

 

Keenam, Al-Quran berfungsi sebagai penawar dan obat yang menghilangkan kegalauan hati manusia, seperti diinformasikan dalam QS Yunus [10]: Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dalam sebuah hadis dari Abu Sa’id al-Khudriy dikisahkan, Suatu ketika seorang sahabat datang kepada Nabi menyatakan kegalauannya, ”Wahai Rasulullah, aku merasakan kegalauan dan kegelisahan. ” Nabi kemudian menjawab ” Bacalah Al-Quran (yakni surat al-Insyirah)”.

 

Ketujuh, Al-Quran menjadi pelindung dari siksa atau azab kubur. Di dalam Kitab Sunan at-Turmudzi diriwayatkan bahwa Rasulullah saw menjamin bahwa siapa yang membaca surat al-Mulk (Tabarok) maka sang pembaca dan ahli kubur yang dibacakan atasnya akan dibebaskan dari siksa kubur.

 

Kedelapan, dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam al-Quran: ” Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri  (QS. Fathir [35]: 29-30)

 

Kesembilan, orang-orang yang secara tekun membaca, mempelajari dan merenungkan makna al-Quran secara berjamaah akan diberikan ketenangan, rahmat serta penghormatan dari Allah swt. Rasulullah saw bersabda: ”Tidaklah sekelompok kaum berkumpul di suatu tempat di antara rumah Allah, kemudian mereka membaca dan mempelajari maknanya kecuali atas mereka diturunkan ketenangan, diliputi oleh rahmat Tuhan, dilindungi oleh sayap-sayap malaikat serta dipuji-puji oleh Allah SWT (HR Muslim).

 

(Dosen Tafsir Hadis STAIN Palangka Raya, pengurus LPTQ Kalteng)