Palangka Raya (Humas) Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, menyoroti pentingnya jaminan masa depan bagi para juara MTQ/STQ pasca selesai mengikuti kompetisi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi bahkan nasional.
Hal itu diungkapkan H. Ahmad Zayadi saat menjadi pembicara pada kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ se Kalteng di Hotel Luwansa Palangka Raya, Jumat (9/8/2024) malam.
Zayadi, yang juga menjabat sebagai Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, berharap LPTQ bisa memperjuangkan agar pemerintah di semua tingkatan memberikan dukungan konkret kepada peserta MTQ/STQH yang berprestasi pasca kompetisi, terutama yang berusia di atas 24 tahun.
“Kita perlu memberi mereka kesempatan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan prioritas menjadi PPPK atau ASN,” ujar Zayadi.
Dalam presentasinya berjudul “Revitalisasi Tugas, Fungsi dan Kelembagaan LPTQ”, Zayadi juga memaparkan arah kebijakan baru LPTQ secara nasional antara lain terkait transformasi digital dalam penyelenggaraan MTQ/STQH, penerapan manajemen talenta nasional, penguatan SDM penyelenggara dan implementasi PMA 15 Tahun 2019 untuk rekrutmen dewan hakim, aktivasi kajian Alquran berbasis online dan offline serta program kaligrafi camp.
“Kita juga harus memberdayakan para juara MTQ/STQH dengan memberi mereka kesempatan lebih luas di ruang publik dan penguatan aktivitas masjid,” tambah Zayadi.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ/STQH sekaligus menjamin masa depan para hafiz dan qari/qariah berprestasi, menjadikan mereka aset berharga dalam pembangunan spiritual masyarakat.
Usai narasumber menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog dengan peserta Rakerda yang dipimpin oleh Sekretaris Umum LPTQ Kalteng, H. Yusi Abdhian selaku moderator.

