Palangka Raya (Humas) Lembaga Pengembagan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Tengah mengutus sedikitnya 14 Dewan Hakim MTQ/STQ untuk mengikuti pelatihan nasional.
Sekretaris LPTQ Kalteng, HM Yusi Abdhian mengatakan pelatihan kompetensi dewan hakim itu dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI melalui Direktorat Penerangan Agama Islam.
“Pembinaannya dilaksanakan secara online mulai tanggal 22-24 Februari 2023,” ucapnya.
Dikatakan, berdasarkan surat Ditjen Bimas Islam tanggal 9 Februari 2023, LPTQ Kalteng diminta untuk menugaskan 14 dewan hakim yang pernah bertugas di MTQ/STQ tingkat provinsi minimal satu kali atau di kabupaten/kota minimal dua kali.
“Untuk peserta yang kita tugaskan sesuai surat undangan, ada dewan hakim cabang tilawah,tahfizh, tafsir dan hadits dan semuanya usianya tidak boleh lebih dari 65 tahun,” ucap Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kalteng ini.
Adapun nama-nama dewan hakim yang di utus LPTQ Kalteng untuk mengikuti kegiatan pembinaan nasional adalah untuk cabang tilawah terdiri dari H Yazid Fahri, HM Isnaini, Abdul Azim, dan Hj. Hikmah Habibah.
Sedangkan untuk cabang tahfizh adalah Saiful Lutfi, Amirul Yakin, H. Rahmat Rusyaidi dan H. Ahmad Fauzi.
“Untuk cabang tafsir ada bapak H Ahmad Dasuki, H. Taufik Warman, Sibawaihi, sementara untuk cabang hadits ada H Abdul Helim, Ahmad Supriadi dan Zainal Ilmi,” ucapnya.
Sementara Ketua Harian LPTQ Kalteng, KH Khairil Anwar mengatakan, pembinaan dewan hakim penting dilaksanakan secara rutin agar profesionalitas dewan hakim terus meningkat.
“Kita di LPTQ Provinsi Kalteng juga rutin mengagendakan pembinaan dewan hakim. Alhamdulillah di awal tahun 2023 ini Kementerian Agama RI melaksanakan pembinaan tingkat nasional sebanyak empat angkatan. Untuk yang 22-24 Februari ini angkatan pertama,” ucapnya.
Rektor IAIN Palangka Raya ini berharap para dewan hakim yang ditugaskan oleh LPTQ Kalteng bisa mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan baik sehingga bisa menambah wawasan, pengetahuan dan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas nantinya.

