LPTQ Kalteng Wajibkan Peserta Pembinaan MTQN Rapid Test

Palangka Raya (Humas) Panitia Pembinaan Peserta MTQ Nasional XXVII kafilah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mewajibkan seluruh peserta melakukan rapid test corona (Covid-19) sejak dari daerah asal sebelum mengikuti kegiatan pembinaan di Palangka Raya.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid pada kegiatan pembinaan yang akan dilaksanakan tanggal 1-11 November 2020.

“Iya hasil rapat tadi malam, LPTQ dan seluruh panitia pembinaan sepakat peserta wajib rapid test dengan hasil non reaktif. Hasil rapid dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari saat registrasi peserta,” ucap Ketua Panitia Pembinaan, Drs. H Riduan Syahrani MSi, Rabu (7/10/2020) pagi.

Dikatakan keputusan mewajibkan rapid test ini dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster baru penularan virus korona.

Mantan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalteng ini juga mengungkapkan, panitia akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat kegiatan pembinaan yang akan dipusatkan di Hotel Nascar Family Kota Palangka Raya itu.

“Selain rapid, kita juga wajibkan peserta menggunakan masker selama kegiatan, menjaga hidup bersih dan sehat dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak dan yang tidak kalah penting olahraga dan mengkonsumsi vitamin dan makanan bernutrisi tinggi,” ucap H. Riduan.

Dijelaskan peserta pembinaan nantinya akan dikarantina selama sebelas hari agar fisik dan mental meraka betul-betul siap untuk tampil di ajang MTQ Nasional di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Training Camp (TC) kita lakukan untuk membentuk mental sekaligus memberikan tambahan wawasan, pengetahuan dan metode atau teknik-teknik baru agar mereka bisa lebih cepat memahami makna, isi dan kandungan Alquran. Sehingga saat tampil nantinya betul-betul berkualitas dan bisa meraih gelar juara,” ucapnya.

Sementara Ketua Harian LPTQ Provinsi Kalteng, Dr. H Khairil Anwar, M.Ag mengingatkan panitia agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik untuk peserta, panitia ataupun narasumber. Sehingga kesehatan semua peserta dan panitia tetap terjaga.

Rektor IAIN Palangka Raya ini juga menyarankan agar panitia bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal saat pembinaan. Sehingga narasumber dari luar provinsi seperti dari Kota Banjarmasin atau Jakarta bisa menggunakan sistem pembelajaran daring atau virtual.

“Untuk narasumber dari Jakarta seperti cabang tilawah dan tahfizh bisa dengan sistem daring, kecuali untuk cabang khat Alquran harus blended learning jadi dikombinasikan daring dan luring karena ada praktek teknik menulis,” Ketua Umum BP Masjid Raya Darussalam Palangka Raya itu.

Dihadapan seluruh panitia, H.Khairil juga meminta agar panitia mengagendakan haflah untuk cabang tilawah sehingga penampilan peserta saat MTQ nanti betul-betul maksimal. “Jangan lupa juga agendakan untuk bertemu Bapak Wakil Gubernur sebelum kafilah berangkat ke Sumbar,” ucapnya.

Diakhir arahan, H. Khairil mengingatkan agar peserta MTQ dan pendamping/official untuk mengikuti swab tes sebelum berangkat ke Kota Padang karena kebijakan penerbangan dan panitia MTQ Nasional seluruh peserta dan pendamping wajib diswab.