Bulan Ramadhan, Sahabat Al-Qur’an

Bulan Ramadhan, Sahabat Al-Qur'an

Ketiga, menggapai derajat seperti memperoleh nubuwwah atau Kenabian, sebagaimana sabda Nabi saw.: “Siapa yang membaca al-Qur’an, bebarti ia telah meningkatkan kenabian dalam dirinya, hanya saja al-Qur’an tidak diwahyukan langsung kepadanya…” (HR. Al-Hakim)

 

Keempat, para pembaca dan pengajar al-Qur’an mendapat gelar sebagai orang terbaik di mata Allah dan Rasulullah saw. sebagaimana penjelasan Rasulullah saw:”Sebaik-Baik Kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)

 

Kelima, para pembaca dan pentadabbur al-Quran akan diliputi ketenangan dan rahmat serta naungan para malaikat: “ Tiada suatu kelompok berkumpul di suatu rumah Allah, lalu mereka membaca ayat-ayat Allah dan mempelajari isinya di kalangan mereka kecuali diturunkan ketenangan atas mereka,diliputi rahmat Allah, dikelilingi oleh para malaikat serta akan disebut-sebut oleh Allah kepada yang hadir di majelis tersebut. “(HR. Muslim)

 

Keenam, para pembaca al-Quran dijanjikan ganjaran pahala berlipat ganda, sebagaimana sabda Nabi saw. : “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut berlipat sepuluh kali. Aku tidak menyebut Alif Lam Mim satu huruf, tapi alif satu huruf lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. Turmudzi).

 

Ketujuh, para sahabat al-Quran yakni mereka yang mahir dalam al-Quran memiliki derajat bersama para malaikat, sebagaimana ditegaskan oleh Nabi saw.:”Orang yang membaca al-Quran dan ia pandai dalam membacanya ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca al-Quran dengan mengeja (terbata-bata) dan ia membacanya dengan sulit ia memperoleh dua pahala. “(HR. Muttafaq Alaih)

 

Kedelapan, para sahabat al-Quran (sahibul Quran) akan memperoleh surga terbaik di akhirat kelak, sebagaimana janji Allah dalam hadis Nabi: “ Dikatakan kepada para sahibul Quran, ‘Bacalah dan naiklah (tingkat-tingkat surga) dan bacalah dengan perlahan seperti engkau membaca dengan perlahan di dunia karena tempatmu ada pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR.Abu Dawud dan Turmudzi)

 

Kesembilan, para pembaca dan penghafal al-Quran akan diberi pakaian dan mahkota kemuliaan di akhirat kelak disebabkan mereka suka bersahabat dengan al-Quran, bahkan orang tua dari ahli al-Quran tersebut juga akan memperoleh kemuliaan dan penghormatan disebabkan ia memiliki anak yang ahli al-Quran tersebut. Hal ini dinarasikan dalam sebuah hadis Nabi saw: “Siapa yang membaca al-Quran, mengajarkannya serta mengamalkannya, maka kelak di akhirat orangtuanya dipakaikan mahkota yang cahayanya seperti matahari di dunia,   dan orangtunya kemudian dipakaian pakaian yang belum pernah terlihat di dunia, maka keduanya berkata, ‘ mengapa kami dipakaikan yang demikian ini?’ maka dijawab, ‘ini disebbabkan anakmu adalah ahli al-Qur’an’ (HR. Al-Hakim)

 

Semoga momentum bulan Ramadhan ini betul-betul menjadi saat yang tepat bagi kita untuk kembali bersahabat dengan al-Quran dalam arti yang sesungguhnya. Ia tidak hanya dibaca, dihafal, dilantunkan lalu dilombakan, tetapi juga diamalkan dan dijadikana rujukan dalam setiap pengambilan keputusan dalam kehidupan. Jangan sampai kita termasuk dalam kelompok yang mendapat sindiran dari sahabat Nabi Anas bin Malik: “ betapa banyak orang yang membaca al-Qur’an, lalu al-Quran itu melaknatnya.” Mengapa? Karena lembarannya kita hafal dan lantunkan namun isi dan ajarannya dicampakkan. Wallahu a’lam bish Shawab.