Lantik Dewan Hakim dan Panitera MTQH, Wagub Tekankan Keadilan dan Integritas dalam Penilaian

Palangka Raya (Humas) Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, secara resmi melantik dewan hakim dan panitera Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) XXXII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024. Acara pelantikan berlangsung di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Minggu (8/12/2024) pagi.

Pelantikan diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Tengah Nomor: 188.44/565/2024, dilanjutkan pembacaan baiat oleh dewan hakim dan panitera. Usai pembacaan baiat, Wakil Gubernur secara resmi melantik para dewan hakim dan panitera yang akan bertugas selama pelaksanaan MTQH.

Dalam arahannya, H. Edy Pratowo menekankan pentingnya tanggung jawab besar yang diemban oleh para dewan hakim dan panitera.

“Penunjukan ini bukanlah tugas yang ringan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tugas Anda adalah memastikan seluruh proses perlombaan MTQH berjalan lancar, adil, dan transparan,” tegasnya.

Wagub yang juga menjabat sebagai Ketua Umum LPTQ Kalteng juga mengingatkan para dewan hakim untuk menjaga prinsip keadilan, integritas, dan objektivitas dalam setiap penilaian.

“Keputusan yang Anda buat bukan hanya akan memengaruhi hasil kompetisi ini, tetapi juga akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, lakukan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan,” ujarnya.

Selain itu, H. Edy Pratowo menyoroti peran penting panitera dalam mendukung kelancaran acara MTQH. “Panitera memiliki tugas untuk mencatat, mendokumentasikan, dan memastikan semua proses administratif berjalan sesuai ketentuan. Kejelasan dalam pencatatan sangat penting agar tidak ada kesalahan yang dapat memengaruhi jalannya acara,” ungkapnya.

Wagub juga menyampaikan harapannya agar ajang MTQH ke-32 ini dapat menghasilkan qori dan qoriah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya percaya dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, dewan hakim dan panitera akan mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme dan integritas tinggi. Keberhasilan MTQH sangat bergantung pada kejujuran dan sportivitas dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Usai pelantikan acara dilanjutkan technical meeting yang diikuti oleh seluruh kafilah MTQH XXXII dari 14 kabupaten/kota se Kalteng.