Palangka Raya (Humas) Kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kafilah Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional asal Kalteng resmi dimulai. Kegiatan itu dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Sabtu (23/09/2023) malam.
Ketua Panitia, Drs. H. Riduan Syahrani, MSi melaporkan, kegiatan pelatihan dan pembinaan seyogyanya diikuti 18 peserta yang akan mewakili Bumi Tambun Bungai di ajang STQH Nasional XXVII di Provinsi Jambi. Namun karena salah satu peserta tidak mendapatkan dispensasi dari perguruan tinggi tempatnya belajar, terpaksa mengundurkan diri.
“Satu peserta kita tidak dapat dispensasi dari kampusnya di provinsi tetangga, kita tidak bisa mengintervensi dan akhirya yang bersangkutan menyatakan mundur,” ucap H. Riduan.
Dikatakan, kegiatan pelatihan dan pembinaan sudah dimulai sejak Jumat, 22 September 2023 siang, namun pembukaan resmi baru dilaksanakan pada Sabtu malam.
“Sesuai jadwal, pelatihan dan pembinaan ini akan kita laksanakan dari tanggal 22 September sampai 2 Oktober 2023,” ucapnya.
Ditegaskan H. Riduan, selama kegiatan semua peserta wajib tinggal diasrama dan tidak diperkenankan keluar dari komplek Quranic Centre LPTQ Kalteng.
Para peserta, lanjut H. Riduan nantinya akan mengikuti bimbingan secara langsung baik oleh pelatih nasional seperti KH Nasrullah Jamaluddin, Ustad Dasrizal, H Ilhamuddin Qasim dan Ustad Amirul Yakin juga pembimbing Provinsi Kalteng seperti H Yazid Fahri, KH Chairudin Halim, H. Masrani Arsyad, Ustad Dasuki, Ustad Syaiful Luthfi, H. Ahmad Supriadi dan beberapa pelatih Kalteng.
Sementara Sekda Kalteng, H. Nuryakin dalam sambutan berharap para peserta bisa mengikuti seluruh kegiatan pelatihan dan pembinaan tanpa merasa tertekan atau terbebani.
“Jangan merasa ada beban, tetap senang, tetap bahagia. Kita LPTQ juga tidak menentukan target tertentu di ajang STQH XXVII di Jambi nanti. Namun kami berharap peserta tetap disiplin baik disiplin dalam mengikuti pembinaan, disiplin dalam menjaga kesehatan, disiplin dalam beribadah sehingga saat tampil di ajang STQH Nasional nanti bisa maksimal,” ucapnya.
Dikatakan, dalam proses pelatihan dan pembinaan para pelatih hanya akan memperbaiki dan memoles kemampuan para peserta. Karena itu disiplin berlatih dan berdoa menjadi kunci kesuksesan para peserta bisa tampil maksimal di ajang STQH sehingga bisa mengharumkan Bumi Tambun Bungai Tanah Berkah dengan meraih prestasi gemilang.
Diungkapkan Sekda sekaligus Ketua Umum LPTQ Kalteng itu, usai pembinaan secara offline, nantinya LPTQ juga menjadwalkan pelatihan secara online atau daring dengan memanfaatkan tehnologi. Karena itu peserta juga diharap bisa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan tersebut.
Acara pembukaan pelatihan dan pembinaan di Mushala An-Nur LPTQ Kalteng itu diawali dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan shalat hajat, pembacaan surat Yasin dan shalat Isyak berjamaah. Acara pembukaan juha dihadiri pengurus LPTQ Kalteng, para pembina dan 17 peserta.

