“Gas Poll” Pelatih dan Peserta Mulai Pembinaan

Palangka Raya (Humas) Setelah dibuka resmi oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran melalui Asisten Setda Kalteng Bidang Administrasi Umum Sri Suwanto, para pelatih kegiatan pelatihan dan pembinaan kafilah Kalteng di ajang MTQ Nasional 29 langsung mulai proses bimbingan.

Pelatih cabang Fahm Quran misalnya, Dr. H. Sardimi dan Dr Achmad Supriadi langsung mengumpulkan peserta di Mushala Annur. Selain menyepakati tehnik pembelajaran, dua dosen IAIN Palangka Raya itu juga memberikan pencerahan awal strategi memenangkan mental saat perlombaan.

“Yang utama adalah mental juara yang harus kita miliki. Kemudian diikuti dengan mengupdate wawasan utamanya terkait pengetahun ataupun isu global yang potensial dijadikan bahan soal-soal di cabang fahm Quran di ajang MTQ nasional,” ucap Ahmad Supriadi, lulusan program doktor UIN Sunan Kalijaga itu.

Dosen Ilmu Hadis IAIN Palangka Raya itu juga menjabarkan beberapa strategi jitu memenangkan pelombaan dengan cara melemahkan mental kompetitor saat babak rebutan di cabang lomba cerdas cermat Alquran/fahm Alquran.

Selain pelatih cabang fahm Alquran, cabang Syarh Alquran yang dibimbing oleh H. Azhari, M.Ag dan Dr. Muslimah juga memulai pembinaan awal di aula gedung Maryam LPTQ Kalteng. Peserta cabang syarh Alquran satu persatu diabsen dan memperkenalkan diri. Kemudian dua dosen IAIN Palangka Raya ini juga meminta peserta cabang syarh Alquran baik putra maupun putri untuk tampil bargantian.

Kemudian cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran juga memulai pembinaan. Dibawah binaan Prof. Dr. Hj. Hamdanah, M.Ag, dua peserta cabang karya tulis Alquran mengikuti pembinaan awal di ruang lobby gedung Maryam LPTQ Kalteng. Guru Besar IAIN Palangka Raya ini mengajak kedua peserta terus memperkaya literasi dan memperkuat analisis pada makalah ilmiah yang mereka disajikan.

Cabang tahfidz Alquran di bawah binaan H. Dasuki Lc, Saiful Luthi, M.Pd.I dan Ahmad Junaidi, M.Pd.I juga mulai melaksanakan pembinaan di aula gedung Yusuf. Pub begitu dengan cabang tilawah dibawah binaan KH Yazid Fahri dan cabang kaligrafi juga memulai proses pembinaan di gedung aula LPTQ dan Mushala Annur.

“Kita tidak hanya menuntut peserta yang disiplin, kita juga meminta pelatih dan panitia lebih disiplin sehingga bisa menjadi teladan bagi para peserta,” ucap Ketua Panitia Pembinaan, H. Riduan Syahrani, M.Si.