Palangka Raya (Humas) Untuk mematangkan mental sekaligus bakat qori-qoriah sebelum berlaga di arena MTQ Nasional XXVII di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, panitia pembinaan calon peserta MTQ Nasional kafilah Kalteng menyelenggarakan kegiatan haflah tilawah Alquran.
Ketua Panitia Pembinaan, H Riduan Syahrani mengatakan, haflah tilawah Alquran diagendakan tiga kali yaitu di Masjid Nurul Hidayah, Masjid Raya Darussalam dan Rumah Jabatan Gubernur.
“Tadi malam haflah pertama di Masjid Nurul Hidayah di Jl Turi Kelurahan Panarung sekaligus peringatan Maulid Nabi,” ucapnya.
Pada haflah perdana yang dimulai usai salat magrib dan isya, ditampilkan sejumlah qori dan qoriah antara lain qori cabang tilawah remaja putra, anak-anak putra, dewasa putra, cabang qiraat sab’ah putri dan tilawah remaja putri.
“Alhamdulillah, peserta kita mampu tampil dengan baik dan mendapat apresiasi dari jamaah,” ucapnya.
Riduan juga mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kalteng agar kafilah Provinsi Kalimantan Tengah selalu dalam kondisi sehat dan prima sehingga bisa tampil maksimal di ajang MTQ Nasional ke 28 di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
“Mohon doa dan dukungan semua masyarakat Kalteng agar peserta kita bisa tampil maksimal dan mampu mengharumkan Bumi Tambun Bungai di ajang MTQ Nasional dengan meraih prestasi terbaik,” ucapnya.
Sementara Ketua Harian LPTQ Kalteng sekaligus Ketua Kafilah Isen Mulang, KH Khairil Anwar mengungkapkan haflah tilawah Alquran rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang keberangkatan kafilah Kalteng di ajang MTQ/STQ nasional. Tujuannya tidak lain untuk menyiapkan mental peserta agar mampu menguasai panggung.
“Jadi setelah dibina, dibimbing baik di daerah asal maupun di tingkat provinsi, maka peserta kita akan dilatih mentalnya untuk tampil di depan publik yaitu di masjid-masjid melalui kegiatan haflah tilawah Alquran ini, sehingga mental mereka betul-betul sudah siap ketika bertanding,” ucapnya.
Dikatakan Rektor IAIN Palangka Raya itu, secara teori dan praktek membaca Alquran, bolah jadi para peserta sudah siap dan matang namun dalam lomba faktor psikologis peserta juga penting sehingga panitia selalu mengagendakan halfal di masjid-masjid agar mental peserta betul-betul siap tanding.
Selain melatih mental, lanjut Ketua Umum MUI Provinsi Kalteng ini, haflah tilawah Quran kemasjid-masjid juga dilakukan untuk memberikan kesempatan para peserta mengimprovisasi kemampuan mereka sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga kualitas qori dan qoriah Kalteng semakin teruji.
“Yang tidak kalah penting dari haflah ini adalah syiar, jadi LPTQ ingin mensyiarkan Alquran kepada masyarakat melalui duta-duta MTQ/STQ. Kita ingin membudayakan gemar membaca Alquran, menarik minat masyarakat agar mengajarkan anak-anaknya mengaji, membaca Alquran secara indah sekaligus memahami makna-maknanya dan kemudian mempraktekan ajaran-ajaran agama dengan baik dan benar dalam keseharian,” ucapnya.
Ketua BP Majid Raya Darussalam Provinsi Kalteng ini juga mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Kalteng agar kafilah Bumi Tambun Bungai selalu diberi kesehatan, keselamatan dan kamampuan untuk tampil maksimal di ajang MTQ Nasional sehingga pada akhirnya mampu mengharumkan nama Provinsi Kalteng diajang MTQ nasional dengan prestasi-prestasi gemilang.

